BENGKULU SELATAN Relasipublik.com Antrean panjang kendaraan yang memadati badan jalan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bengkulu Selatan dikeluhkan para pengguna jalan. Kondisi tersebut diduga menghambat kelancaran arus lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sejumlah warga menilai antrean panjang yang terjadi perlu segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Menurut mereka, salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah pola operasional SPBU ketika pasokan bahan bakar minyak (BBM) tiba.
Warga berharap pihak SPBU dapat mengatur waktu operasional dan pelayanan penjualan BBM sesuai dengan ketentuan serta perizinan yang berlaku. Dengan demikian, antrean kendaraan tidak sampai memenuhi badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kalau BBM sudah disuplai, kami berharap pengaturan operasionalnya dapat dilakukan dengan baik agar tidak terjadi antrean panjang yang menghambat perjalanan pengguna jalan,” ujar salah seorang warga.
Saat dikonfirmasi awak media, Manajer SPBU, Darius, lewat via whatsapp pada senin 12/10/2026 menyampaikan bahwa dirinya memahami dan pada prinsipnya menyetujui keinginan masyarakat tersebut. Namun, menurutnya, terdapat kekhawatiran apabila SPBU langsung beroperasi ketika pasokan BBM tiba.
Darius menjelaskan, apabila BBM yang tersedia dijual sekaligus pada hari kedatangan pasokan, dikhawatirkan stok akan cepat habis sehingga pada hari berikutnya SPBU tidak dapat melayani masyarakat karena persediaan BBM kosong.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat mencari solusi bersama pihak terkait agar distribusi dan ketersediaan BBM di Bengkulu Selatan dapat berjalan lebih baik serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop), Duwi, di konfirmasi pada 12/10/2026 menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tersebut.
Pemantauan itu diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan harga BBM di tingkat pedagang eceran serta memastikan kondisi distribusi di lapangan tetap menjadi perhatian pemerintah ujarnya.
Darius juga menjelaskan bahwa dari sisi bisnis, operasional SPBU yang menunggu hingga hari berikutnya memiliki pertimbangan tersendiri. Menurutnya, terdapat potensi kerugian bagi pengelola akibat penguapan BBM selama penyimpanan.
Dengan adanya keluhan masyarakat dan penjelasan dari pihak pengelola SPBU, diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, pihak SPBU, serta instansi terkait untuk mencari jalan keluar yang tepat.
Masyarakat berharap pengaturan distribusi dan pelayanan BBM dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga antrean panjang tidak terus mengganggu kelancaran lalu lintas, sementara ketersediaan BBM dan kestabilan harga bagiku masyarakat tetap terjaga.(Hamdani)
















