BENGKULU Relasipublik.com preservasi jalan Nasional lais- kerkap yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu utara Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan oleh PT.Galih Medan persada (GMP) dengan Anggaran sebesar Rp.94.939.939.000 ,00 yang bersumber dari APBN(SBSN) dengan Kontrak Long segment pada Tahun Anggaran 2025-2027 diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
dan Detail Engineering Design serta lemahnya Pengawasan akan berdampak kepada rendahnya mutu kualitas dan keandalan infrastruktur jalan yang sangat penting untuk menjamin mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat bengkulu dan Masyarakat Indonesia secara umum.
Iryanto.SIP.Ketua umum gerakan reformasi Indonesia (GERINDO) ketika dijumpai awak media menjelaskan,
Tim Kami sudah melakukan Monitoring dan Investigasi dilapangan dalam rangka check and balance sebagai sosial Kontrol terkait pekerjaan Preservasi lais Kerkap yang dibiayai dari SBSN/APBN sebesar hampir 95 Milyar ini.
Kami menemukan ada beberapa Hal yang seharusnya ditindaklanjuti baik dalam manajemen dan keselamatan lalu lintasnya,Pengamanan lingkungan hidup,dan manajemen Mutu nya.
mulai dari penyediaan dan pemasangan papan papan Informasi pekerjaan pada simpangan jalan utama yang tidak kami jumpai,marka sementara(pre marking)dan rambu sementara keselamatan pengguna jalan dan tenaga kerja,Bekas timbunan atau galian yang tidak dirapikan,beberapa titik drainase yang tidak terpelihara yang seharusnya bebas dari kotoran dan bahan yang lepas,dan seharusnya berada dalam kondisi rapi dan bersih setiap saat.
Secara Pengendalian mutu kami menemukan dalam penggalian kedalaman juga tidak sesuai dengan perencanaan, Batu yang digunakan ukuran terlalu besar, sehingga akan mengurangi lapis Fondasi Agregat,dan dalam patching aspal atau penambalan juga kedalaman penggalian tidak maksimal, sehingga akan sangat mempengaruhi mutu kualitas kontruksi.
dalam perencanaan Galian kedalaman seharusnya sedalam 66cm.dengan rincian Base A 20cm,Base B 15cm dan AC- Base (Laston) 16 cm dan Timbunan Pilihan sedalam 25cm.
Namun aktual dilapangan berbeda. dan ini kalau tidak dibenahi ulang,ini akan berdampak kepada kualitas hasil pekerjaan dan akan menjadi potensi yang merugikan Negara.
Kami akan segera bersurat ke Dirjen Bina Kontruksi Kementrian Pekerjaan umum,para direktur didirjen Bina marga, hingga ke menteri Pekerjaan Umum termasuk ke kepala Balai pelaksanaan jalan Nasional provinsi Bengkulu.
dimana kami menduga dalam Pelaksanaan dan Pengawasan pekerjaan Preservasi jalan Lais-Kerkap ini diduga tidak berjalan sesuai Gambar Perencanan,Kajian teknis lapangan (Field Enggineering) yang tentunya akan berpotensi merugikan Negara” Pungkasnya.
Ketika dikonfirmasi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu Tendi Hardianto, ST., MT.
Menerangkan sudah beberapa media yang MEMBERITAKAN,namun tidak memberikan pendapat secara subtansi teknis.
Hingga pemberitaan ini diturunkan,pemantauan kegiatan dilokasi pekerjaan sedang berjalan.(HD)
















