Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
bengkulu

Pilkades Jeranglah Tinggi Diduga Diwarnai Manuver Politik, Pakta Integritas Dipertanyaka…..

3
×

Pilkades Jeranglah Tinggi Diduga Diwarnai Manuver Politik, Pakta Integritas Dipertanyaka…..

Sebarkan artikel ini

Bengkulu Selatan Relasi publik.com— Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jeranglah Tinggi kecamatan Manna Rabo menjadi sorotan. Pasalnya, di tengah kesepakatan bersama yang dituangkan dalam pakta integritas untuk menjaga proses pemilihan tetap netral dan bebas dari manuver politik, muncul dugaan adanya aktivitas yang dinilai bernuansa politik.

berdasarkan impo dugaan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana komitmen para pihak terhadap pakta integritas yang sebelumnya telah disepakati.

Kesepakatan tersebut pada prinsipnya menjadi rambu bersama agar tahapan Pilkades berjalan secara jujur, tertib, transparan, serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.

Sejumlah pihak mempertanyakan dugaan adanya “main politik” dalam proses Pilkades Jeranglah Tinggi pada Rabo 23/09/2026). Jika dugaan tersebut benar, kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilihan dan mencederai semangat kesepakatan yang telah dibangun bersama.

Namun demikian, dugaan tersebut masih perlu diklarifikasi dan dibuktikan berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku. Panitia Pilkades dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas yang dipersoalkan masyarakat.

Masyarakat juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memegang teguh pakta integritas yang telah disepakati hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. Dengan demikian, hasil pemilihan nantinya dapat diterima secara lebih luas dan tidak meninggalkan polemik mengenai dugaan keberpihakan maupun intervensi politik.

Jadi dalam hal ini jika memang terbukti kalau ada salah satu calon yang sudah menanda tangani kesepakatan bahwa tidak boleh menggunakan manover politik ternyata ada salah satu calon yang ka kangkangi kesepakatan tersebut, berarti calon tersebut, diduga hasil perolehan suara bisa dibatalkan atau akan ada pemilihan ulang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yange disebut terkait dugaan tersebut masih perlu dimintai keterangan untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi secara berimbang.(Hamdani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *