Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Diduga Penggantian Jembatan LAGA (E- Katalok) Gunakan Besi Berkarat, pihak kontraktor Belum Bisa untuk Memberikan Penjelasan

7
×

Diduga Penggantian Jembatan LAGA (E- Katalok) Gunakan Besi Berkarat, pihak kontraktor Belum Bisa untuk Memberikan Penjelasan

Sebarkan artikel ini

Diduga Penggantian JembatBengkulu Selatan Relasipiblik.com Proyek penggantian Jembatan Laga (E-katalok) yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, menjadi sorotan.

Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.474.395.349,00; itu dikerjakan oleh CV. JS Brother dengan konsultan pengawas PT. Tribina Matra Carya Cipta KSO PT. Daya Creasi KSO PT. Cremona Pratama Total Engineering. Kontrak pekerjaan bernomor PS0102/T/BPJN6.7.2/2026/54 tertanggal 26 Februari 2026.

Berdasarkan pantauan Media relasi publik. com di lokasi proyek, ditemukan sejumlah batang besi yang tampak berkarat dan diduga akan digunakan sebagai material konstruksi jembatan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan CV. JS Brother, sebagai pengawas, tidak bisa untuk di temui dan di telpon lewat HP pun tidak aktip namun ada beberapa orang mengaku sebagai karyawan membantah bahwa material yang digunakan merupakan besi yang tidak layak. Menurutnya, kondisi besi tersebut hanya mengalami karat permukaan akibat terpapar hujan dan panas selama berada di lokasi proyek.

“Besi itu bukan rusak karena berkarat. Itu hanya terkena hujan dan panas, sehingga muncul karat di permukaan. Selama masih memenuhi spesifikasi dan layak digunakan, tidak menjadi masalah,” ujar karyawan tersebut saat dikonfirmasi. Selasa (02/09/2026)

Meski demikian, penggunaan besi yang tampak berkarat pada proyek infrastruktur tetap menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak berharap pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Bengkulu selaku pemilik proyek memastikan seluruh material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis sesuai standar yang berlaku, sehingga kualitas dan keamanan jembatan tetap terjamin.

namun di sisi lain menurut seorang pengamat yang belum mau namanya untuk di publikasikan menjelaska semestinya pihak kontraktor seharusnya menempatkan matrial seperti besi tersebut jangan di tarok di tempat terbuka sehingga besi tersebut kena hujan dan kena panas seperti itu ujarnya.

lanjut pengamat karena sebelum pihak prusahaan atau pihak kontraktor sebelum melakukan atau memasukan penawaran proses lelang, apapun aturan yang berlaku siap untuk mengikutinya.

dan dalam anelisa baik dari beskem ataupun yang lainya suda ada biaya semua, kalau itu tida gunakan lalu kemana Anggaran tersebut di belanjakan, dan kalau aturan itu tidak di ikuti artinya sama saja dengan pihak kontraktor sama saja mengangkangi aturan, dalam hal tersebut di mana pungsi pengawasan dari pihak balai bina marga sampai membiarkan kejadian seperti ini, ujar pengamat

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Pelaksanaannya Jalan Nasional Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi material yang digunakan dalam proyek tersebut.(Hamdani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *