Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Diduga Gunakan Besi Berkarat, Pengerjaan Jembatan Nasional di Kecamatan Bunga Mas Jadi Sorotan

5
×

Diduga Gunakan Besi Berkarat, Pengerjaan Jembatan Nasional di Kecamatan Bunga Mas Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Bengkulu Selatan, Relasi publik.Com Proyek pembangunan jembatan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur di Kecamatan Bunga Mas menjadi sorotan. Pasalnya, dalam proses pengerjaan proyek yang berada di bawah PPK Wilayah 2.3 tersebut diduga menggunakan material besi yang telah berkarat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah material besi terlihat tidak disimpan di tempat yang terlindungi, melainkan diletakkan langsung di atas tanah sehingga terpapar hujan dan panas.

Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa sebagian besi mengalami karat sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi.
Menanggapi hal tersebut, pelaksana proyek, Toni, menjelaskan bahwa kondisi besi tersebut bukan merupakan masalah yang memengaruhi penggunaannya.

“Itu bukan karena kualitas besinya, tetapi akibat terkena hujan dan panas. Kalaupun ada karat di permukaannya, menurut kami tidak menjadi persoalan selama besi tersebut masih layak digunakan,” ujar Toni saat dikonfirmasi.kamis(30/07/2026)

Sementara itu, seorang penggiat asal Bengkulu Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menilai penyimpanan material yang tidak sesuai dapat menjadi perhatian. Menurutnya, saat mengikuti proses lelang, kontraktor telah menyatakan kesanggupan memenuhi seluruh ketentuan dan spesifikasi pekerjaan.

“Kalau material seperti besi dibiarkan terkena hujan dan panas secara terus-menerus, tentu hal ini perlu menjadi perhatian. Pengelolaan material seharusnya mengikuti ketentuan yang berlaku agar mutu pekerjaan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan fungsi pengawasan proyek. Menurutnya, apabila progres pekerjaan telah mencapai sekitar 60 persen namun masih ditemukan kondisi penyimpanan material seperti itu, maka pengawasan dari pihak terkait perlu dievaluasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PPK Wilayah 2.3 maupun instansi terkait mengenai dugaan penggunaan material besi berkarat tersebut. Media ini masih BERUPAYA memperoleh konfirmasi untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.(Hamdani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *