bengkulu

Diduga Polemik Evakuasi Tongkang di Pantai Gunung Kayo Berlarut, Masyarakat Harapkan Pemkab Bengkulu Selatan Turun Tangan

17

BENGKULU SELATAN Relasipublik.com– Polemik terkait aktivitas evakuasi dan pembongkaran tongkang yang terdampar di bibir pantai kawasan Desa Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang sempat menimbulkan kontroversi karena dengan adanya dugaan penyerobotan Evakuasi pembongkaran lempengan tongkang untuk peralihan akses jalan antara Desa Gunung Kayo dan Desa Tumbuk Tebing, diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sabtu 07/11/2026

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dapat mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi pertemuan seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik, sehingga persoalan tersebut tidak semakin kompleks dan berlarut-larut.

Adapun pihak-pihak yang dinilai perlu duduk bersama antara lain pemerintah Desa Gunung Kayo, pemerintah Desa Tumbuk Tebing, pihak perusahaan PT Teguh Abadi Setia Kawan selaku pemenang lelang, unsur TNI dan Polri, serta pihak yang ditugaskan perusahaan untuk memantau keamanan selama proses evakuasi berlangsung.

Selain itu, persoalan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak perusahaan dan Pemerintah Desa Gunung Kayo yang disebut-sebut belum diselesaikan secara tuntas juga perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang berkembang, pada awalnya akses masuk pihak perusahaan untuk melakukan kegiatan evakuasi tongkang tersebut didasari adanya kesepakatan antara perusahaan dengan Pemerintah Desa Gunung Kayo. Oleh karena itu, masyarakat menginginkan agar seluruh kesepakatan, termasuk isi dan pelaksanaan MoU tersebut, dapat dijelaskan secara transparan kepada pihak-pihak terkait.

Masyarakat menilai, persoalan ini tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan kesalahpahaman maupun potensi konflik di tengah masyarakat.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama, membicarakan persoalan ini secara terbuka, dan mencari jalan keluar yang tidak merugikan pihak mana pun. Pemerintah daerah harus hadir sebagai penengah agar situasi tetap aman dan kondusif,” demikian harapan masyarakat.

Bahkan, masyarakat berharap Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifa’i Tajudin, apabila diperlukan dapat turun langsung memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut, sehingga seluruh pihak memperoleh kejelasan dan proses evakuasi tongkang dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya penengah pemerintah daerah, dan TNI-Polri, , Agar dua Desa serta pihak perusahaan, diharapkan polemik yang terjadi dapat segera diselesaikan melalui musyawarah dan mengedepankan kepentingan bersama, demi menjaga keamanan, ketertiban, serta Kondusivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Bunga Mas.(Hamdani)

Exit mobile version